Keutamaan Puasa dalam Islam
Keutamaan Puasa dalam Islam
Ibadah Agung yang Menghimpun Keikhlasan dan Kesabaran
الحمد لله اللطيف المنان، الكريم الرحيم الرحمن، والصلاة والسلام على أفضل رسله نبينا محمد، وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان، أما بعد:
Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar dan pahala yang agung. Dalil-dalil tentang keutamaannya datang dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis yang sahih.
Berikut ini beberapa keutamaan puasa yang paling utama.
1️⃣ Puasa Diwajibkan atas Seluruh Umat
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Seandainya puasa bukan ibadah yang agung dan sangat dibutuhkan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, tentu Allah tidak akan mewajibkannya kepada seluruh umat terdahulu.
Tujuan utamanya adalah mencapai ketakwaan.
2️⃣ Puasa Memiliki Pahala Khusus dari Allah
Dalam hadis qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda:
قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Allah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah mengkhususkan puasa dengan firman-Nya: “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Mengapa demikian?
Karena puasa adalah:
• ibadah yang sangat tersembunyi,
• rahasia antara hamba dan Rabbnya,
• dan paling dekat kepada keikhlasan.
Seseorang bisa saja sendirian di tempat sepi, mampu makan dan minum, tetapi ia tidak melakukannya karena yakin Allah melihatnya. Inilah hakikat ikhlas.
3️⃣ Puasa Menghimpun Tiga Macam Kesabaran
Puasa mengandung:
• sabar dalam menaati Allah,
• sabar meninggalkan maksiat,
• sabar menghadapi rasa lapar dan haus.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diberi pahala tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)
Karena puasa adalah ibadah sabar, maka pahalanya sangat besar dan tidak terhingga.
4️⃣ Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Harum di Sisi Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.”
Bau tersebut muncul karena kosongnya lambung dari makanan, dan walaupun tidak sedap menurut manusia, ia dicintai oleh Allah karena lahir dari ibadah.
5️⃣ Puasa Menghapus Dosa-Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa Ramadan yang dilakukan dengan iman dan mengharap pahala akan menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Adapun yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
“Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
Adapun dosa besar memerlukan taubat khusus.
6️⃣ Pintu Khusus di Surga bagi Orang yang Berpuasa
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ…
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari Kiamat. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya di surga ada pintu bernama Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa masuk darinya pada hari Kiamat. Tidak ada yang masuk selain mereka.”
Ini menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan ahli puasa di akhirat.
7️⃣ Puasa adalah Perisai (Junnah)
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّيَامُ جُنَّةٌ
“Puasa adalah perisai (pelindung).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa adalah perisai, yakni pelindung dari:
• maksiat,
• ucapan kotor,
• dan api neraka.
Beliau bersabda:
فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ، وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
“Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa mendidik jiwa untuk menahan diri dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Dalam riwayat lain:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai yang dengannya seorang hamba melindungi dirinya dari api neraka.” (HR. Ahmad)
Puasa adalah pelindung dari api neraka.
8️⃣ Dua Kebahagiaan bagi Orang yang Berpuasa
Rasulullah ﷺ bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan:
1. Saat berbuka, karena telah menyempurnakan ibadahnya.
2. Saat bertemu Allah, karena melihat pahala besar yang disediakan untuknya.
Penutup
Puasa adalah ibadah yang:
• menguatkan ketakwaan,
• mendidik kesabaran,
• melatih keikhlasan,
• dan mendekatkan seorang hamba kepada Rabbnya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala, serta menerima amal-amal kita.
اللهم وفقنا لصيام رمضان وقيامه إيمانًا واحتسابًا، واغفر لنا ذنوبنا، وارفع درجاتنا، وصلِّ اللهم وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com
Posting Komentar untuk "Keutamaan Puasa dalam Islam"
Posting Komentar
Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda