Menyambut Ramadan dengan Ilmu, Persiapan, dan Kesungguhan

Menyambut Ramadan dengan Ilmu, Persiapan, dan Kesungguhan

Menyambut Ramadan dengan Ilmu, Persiapan, dan Kesungguhan

Pendahuluan
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ dahulu memberi kabar gembira kepada para sahabat tentang datangnya Ramadan.

Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan yang datang setiap tahun, tetapi musim agung ketaatan yang layak disambut dengan persiapan, kesungguhan, dan kegembiraan iman.

1. Rasulullah ﷺ Memberi Kabar Gembira Sebelum Ramadan Tiba
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ بِقُدُومِ رَمَضَانَ، يَقُولُ: قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ، وَتُصَفَّدُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ…
“Rasulullah ﷺ dahulu memberi kabar gembira kepada para sahabat tentang datangnya Ramadan. Beliau bersabda: ‘Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya. Dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu…’” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya memberi kabar saat Ramadan sudah tiba, tetapi sebelum kedatangannya, agar para sahabat:
• bersiap diri,
• menata niat,
• dan mempersiapkan bekal.

2. Umat Muhammad ﷺ Diberi Musim Kebaikan yang Tidak Diberikan kepada Umat Sebelumnya
Di antara nikmat besar bagi umat ini adalah diberikannya musim-musim ibadah yang agung:
• Hari Jumat
• Bulan Ramadan
• Lailatul Qadar
• Dua hari raya
Rasulullah ﷺ bersabda:
نَحْنُ الْآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا، ثُمَّ هَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِي فُرِضَ عَلَيْهِمْ، فَاخْتَلَفُوا فِيهِ، فَهَدَانَا اللَّهُ لَهُ
“Kita adalah umat terakhir namun yang pertama pada hari Kiamat. Mereka (Yahudi dan Nasrani) diberi kitab sebelum kita, lalu hari ini (Jumat) diwajibkan atas mereka, namun mereka berselisih tentangnya, lalu Allah memberi kita petunjuk kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ramadan termasuk keistimewaan besar umat ini. Di dalamnya:
• amal kecil dilipatgandakan,
• derajat diangkat,
• pahala dilipatgandakan berkali-kali.
Inilah makna “musim ketaatan”.

Persiapan Menyambut Ramadan Para ulama menyebutkan beberapa perkara penting yang perlu dipersiapkan sebelum Ramadan tiba.

1. Menyelesaikan Qadha Puasa Tahun Lalu

Jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadan sebelumnya, maka ia wajib mengqadhanya sebelum Ramadan berikutnya.

Dalil bolehnya menunda hingga Sya‘ban adalah hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ لِمَكَانِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ
“Aku memiliki utang puasa Ramadan dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali pada bulan Sya‘ban, karena kesibukanku bersama Rasulullah ﷺ.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun sengaja menunda hingga masuk Ramadan berikutnya tanpa uzur adalah dosa menurut banyak ulama, dan mewajibkan taubat serta fidyah menurut sebagian sahabat.

2. Menjaga dan Mengatur Waktu

Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Para sahabat ketika Ramadan datang, mereka melazimi masjid untuk menjaga waktu dan menjaga puasa mereka.

Di zaman sekarang, waktu banyak tersita oleh media sosial dan hal-hal mubah yang berlebihan. Maka menjelang Ramadan, hendaknya seorang Muslim:
• mengurangi kesibukan mubah,
• menunda aktivitas yang bisa ditunda,
• dan fokus pada ibadah.
Diriwayatkan bahwa Imam Malik رحمه الله jika Ramadan datang, beliau meninggalkan pengajaran hadis dan fokus pada Al-Qur’an.

3. Menguatkan Niat dan Azam

Niat dan azam memiliki kedudukan besar dalam Islam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan beliau bersabda:
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مَا كَانَ يَعْمَلُ صَحِيحًا مُقِيمًا
“Apabila seorang hamba sakit atau safar, maka dituliskan baginya pahala seperti yang biasa ia lakukan saat sehat dan mukim.” (HR. Bukhari)

Siapa yang berazam kuat untuk beribadah, lalu terhalang uzur, tetap dicatat pahala baginya.

Amal Terbaik di Bulan Ramadan

1. Puasa dengan Iman dan Mengharap Pahala Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Qiyam Ramadan (Tarawih)
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tarawih adalah sunnah muakkadah. Nabi ﷺ melaksanakannya beberapa malam, lalu meninggalkannya karena khawatir diwajibkan. 3. Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur’an

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
كَانَ جِبْرِيلُ يُدَارِسُ النَّبِيَّ ﷺ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ دَارَسَهُ مَرَّتَيْنِ
“Jibril dahulu setiap tahun mendatangi Nabi ﷺ untuk memurāja‘ah (menelaah bersama) Al-Qur’an satu kali. Namun pada tahun wafatnya beliau, Jibril memurāja‘ah Al-Qur’an bersama beliau sebanyak dua kali.” (HR. Bukhari)

Ramadan disebut:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu para ulama menganjurkan minimal satu kali khatam dalam Ramadan.

4. Zakat dan Sedekah

Sebagian sahabat mengeluarkan zakat di Ramadan.

Walau tidak ada nash tegas yang mewajibkan, namun mempercepat zakat di Ramadan boleh, dan sedekah di bulan ini sangat dianjurkan.

5. I‘tikaf

Allah ﷻ berfirman:
وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
“Sedangkan kalian sedang beri‘tikaf di masjid-masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187) Nabi ﷺ beri‘tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan.

I‘tikaf ada dua jenis:
1. I‘tikaf nadzar (wajib dipenuhi)
2. I‘tikaf sunnah (tanpa nadzar)
Minimal sah i‘tikaf adalah tinggal di masjid walau sebentar menurut banyak ulama, namun kesempurnaannya adalah sehari semalam.

Penutup
Ramadan adalah musim agung:
• Puasanya wajib
• Qiyamnya penghapus dosa
• Qur’annya cahaya
• I‘tikafnya pengasingan diri menuju Allah

Maka persiapkanlah diri dengan:
• menyelesaikan utang puasa,
• menjaga waktu,
• memperbaiki niat,
• dan memperdalam ilmu tentang puasa dan qiyam.

Semoga Allah menyampaikan kita kepada Ramadan dalam keadaan sehat, memberi kekuatan untuk berpuasa dan beribadah, serta menerima amal-amal kita.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين


Syaikh Abdussalam bin Muhammad As-Syuair

Dr. Sirajul Yani, S.Pd.I, B.A, M.H.I
Founder Ilmu Center Academy dan Web: asy-syariah.com

Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com

Posting Komentar untuk "Menyambut Ramadan dengan Ilmu, Persiapan, dan Kesungguhan"

ikut program

ikut program