Keistimewaan Bulan Ramadan

Keistimewaan Bulan Ramadan

Keistimewaan Bulan Ramadan

Bulan Penuh Keberkahan dan Pengampunan.
الحمد لله الذي اختص شهر رمضان بفضيلة الصيام، وجعله شهرًا تُفتح فيه أبواب الجنان، وتغلق فيه أبواب النيران، والصلاة والسلام على عبده ورسوله خير من صلى وصام، وتهجد وقام، وعلى آله وصحبه الكرام
Bulan Ramadan adalah bulan yang memiliki keistimewaan besar yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya. Allah ﷻ mengkhususkannya dengan berbagai keutamaan dan kelebihan yang menunjukkan kemuliaannya.

Berikut adalah beberapa keistimewaan utama bulan Ramadan:

1️⃣ Diturunkannya Al-Qur’an pada Bulan Ramadan
Allah ﷻ berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Makna diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan adalah permulaan turunnya wahyu, dan itu terjadi pada Lailatul Qadar.

2️⃣ Dibukanya Pintu-Pintu Surga

3️⃣ Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka

4️⃣ Dibelenggunya Setan-Setan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadan telah masuk, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu Jahannam, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain:
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
“Apabila malam pertama Ramadan tiba, setan-setan dan jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak satu pun dibuka, pintu-pintu surga dibuka dan tidak satu pun ditutup. Lalu ada penyeru yang berseru: Wahai pencari kebaikan, kemarilah! Wahai pencari keburukan, berhentilah!” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan yang Allah khususkan dengan:
• banyaknya amal saleh,
• berkurangnya kemaksiatan,
• dan peluang besar untuk kembali kepada Allah.

5️⃣ Di Dalamnya Ada Lailatul Qadar
Allah ﷻ berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6️⃣ Dikhususkan dengan Ibadah Puasa
Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7️⃣ Ampunan bagi yang Berpuasa dan Qiyam dengan Iman
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna “إيمانًا” adalah karena iman kepada Allah dan membenarkan janji-Nya.
Makna “احتسابًا” adalah mengharap pahala, bukan karena riya atau kebiasaan semata.

8️⃣ Umrah di Bulan Ramadan Setara dengan Haji
Rasulullah ﷺ bersabda:
عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً – أَوْ قَالَ: حَجَّةً مَعِي
“Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji — atau beliau berkata: haji bersamaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9️⃣ Pahala Besar bagi yang Memberi Makan Orang Berpuasa
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Memberi makan termasuk amal yang sangat utama. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ؟ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Islam yang terbaik adalah engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun tidak engkau kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penutup

Wahai kaum Muslimin, telah datang kepada kita bulan yang mulia:
• bulan keberkahan,
• bulan pengampunan,
• bulan dilipatgandakannya pahala,
• bulan dibukanya pintu-pintu kebaikan.
Allah ﷻ berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Maka tunjukkanlah kepada Allah kesungguhan diri kita.
Perbanyaklah ketaatan, jauhi maksiat, dan bekalilah diri dengan takwa.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpuasa dan berqiyam dengan iman dan mengharap pahala, serta menerima amal-amal kita.

Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com

Posting Komentar untuk "Keistimewaan Bulan Ramadan"

ikut program

ikut program