Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hikmah Disyariatkannya Puasa Di Bulan Ramadhan

Hikmah Disyariatkannya Puasa Di Bulan Ramadhan

Semua syari'at Islam pasti memiliki hikmah-hikmah yang sangat agung. Adapun hikmah dan manfaat puasa adalah sebagai berikut:

1. Melatih jiwa untuk taat kepada Allah
Jiwa seorang muslim harus dilatih dan dibiasakan untuk mengerjakan ketaatan karena jiwa bersifat seperti anak kecil yang perlu dilatih. Salah satu bentuk pelatihan agar jiwa terbiasa dalam mengerjakan ketaatan adalah dengan puasa. Sebab, di dalam puasa, seseorang akan meninggalkan sebagian kenikmatan yang asalnya halal: menahan makan, minum, berkumpul dengan istri, yang semuanya ini ditinggalkan demi mencari ridha dan pahala Allah.

2. Menumbuhkan sifat sabar
Al-Imam Ibnu Rajab berkata, "Sabar itu ada tiga macam: sabar di dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah, sabar di dalam meninggalkan larangan Allah, dan sabar di dalam menerima takdir Allah yang menyakitkan. Semua jenis sabar ini terkumpul di dalam ibadah puasa. Sebab, di dalam puasa, terdapat sabar di dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah, sabar di dalam meninggalkan apa yang Allah haramkan dari kelezatan syahwat, dan sabar untuk menerima apa yang dia alami berupa rasa sakit dengan kelaparan dan haus, lemasnya badan dan jiwa." (Lathaif Al-ma'arif, Ibnu Rajab, Halm 284).

3. Mensyukuri nikmat Allah
Termasuk hikmah puasa adalah mengingatkan kepada semua hamba akan besarnya nikmat Allah. Sebab, seorang hamba akan menyadari betapa besarnya nikmat kenyang, puas dalam makan dan minum, ketika dia merasa lapar dan haus; ketika dia kenyang setelah sebelumnya merasa lapar; atau hilang dahaganya ketika sebelumnya kehausan; maka hal ini akan mendorong untuk bersyukur kepada Allah. Sadarilah hal ini, wahai saudaraku, jadikanlah puasamu sebagai media untuk lebih meningkatkan rasa syukur kepada Allah. (Asy-Shiyam, Dr Sa'id Al- Qohthani, Hal 28).

4. Solidaritas antar sesama
Inilah hikmah dari sisi kemasyarakatan. Sesungguhnya merasakan lapar dan haus demi menjalankan perintah agama, akan memunculkan solidaritas dan perasaan 'senasib sepenanggu- ngan' dengan orang-orang miskin yang kesehariannya sering merasakan kelaparan dan kehausan. Dengan begitu, akan tumbuhlah sifat peka dan peduli terhadap saudaranya yang kurang mampu. Al-Imam Ibnul Qayyim berkata, "Puasa akan mengingatkan tentang keberadaan orang-orang yang kelaparan dari kalangan orang-orang miskin." (Zaadul Ma'ad, Ibnul Qayyim, 2/27).
Ibnu Humam berkata, "Sesungguhnya tatkala orang yang puasa itu merasakan sakitnya rasa lapar pada sebagian waktu, maka hal itu akan mengingatkannya pada seluruh keadaan dan waktu yang akan membawanya bersegera untuk peduli kepada orang yang kurang mampu." (Fathul Qadhir, Ibnu Humam, 2/42).

5. Sebab meraih derajat taqwa
Puasa merupakan sebab untuk meraih derajat taqwa. Allah berfirman:
ÙŠَØ£َÙŠُّÙ‡َا الَّØ°ِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّØ°ِينَ Ù…ِÙ† Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS al-Baqarah [2]: 183)
Sebab, sesungguhnya orang yang puasa itu diperintah supaya mengerjakan ketaatan dan me- ninggalkan kemaksiatan. Dengan demikian, bila orang yang sedang puasa terbetik di dalam hati- nya untuk mengerjakan maksiat, dia akan menahan dan meninggalkannya.

6. Sehat dengan puasa
Telah diakui di dalam dunia kedokteran bahwa puasa dapat menyehatkan tubuh manusia dan menyembuhkan dari berbagai penyakit ganas. Dengan sedikit makan, anggota pencernaan dapat istirahat, cairan-cairan dan kotoran yang memba- hayakan dapat keluar dan hilang. Semua ini adalah hikmah dan keutamaan dari Allah. Tidak ada satu pun perintah Allah kecuali di dalamnya terdapat kebaikan bagi para hamba-Nya.(Al Mausuah Al Fiqhiyyah 28/8).
Inilah sebagian hikmah yang dapat kita ketahui. Mungkin masih banyak lagi hikmah-hikmah lainnya yang belum kita ketahui. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa manfaat puasa ini tidak akan tercapai kecuali bagi orang yang berpuasa secara sempurna dari segala yang diharamkan Allah. Puasa dari makan, minum, ber hubungan intim dengan istri, puasa dari mendengar yang haram, melihat yang haram, ucapan yang haram, dan usaha yang haram. Dia senantiasa menjaga waktunya dan selalu memanfaatkan kesempatan bulan puasa dengan ketaatan kepada Rabb-nya. Maka orang semacam inilah yang dapat meraih manfaat dari ibadah puasanya. (Minhatul Allam, Abdullah Ibn Sholeh Al Fauzan, Hlm 6)

Post a Comment for "Hikmah Disyariatkannya Puasa Di Bulan Ramadhan"