Hakikat Puasa

Hakikat Puasa

Hakikat Puasa

Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan
الحمد لله الملك القدوس السلام، المتفرد بالعظمة والبقاء والدوام، والصلاة والسلام على أفضل الأنام نبينا محمد، وعلى آله وصحبه الكرام، أما بعد:
Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum. Ia adalah ibadah yang memiliki hakikat dan tujuan besar, yaitu membentuk ketakwaan dalam diri seorang hamba.

1️⃣ Tujuan Utama Puasa: Mencapai Ketakwaan
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Inilah hikmah utama disyariatkannya puasa: mewujudkan ketakwaan kepada Allah.
Ketakwaan itu terwujud dengan:
• meninggalkan maksiat,
• memperbanyak ketaatan,
• dan berubah menjadi lebih baik daripada sebelum Ramadan.
Jika setelah masuk Ramadan seseorang semakin rajin ke masjid, semakin giat beribadah, dan semakin menjauhi dosa, maka itu tanda bahwa puasanya telah mencapai tujuannya.
Namun jika keadaannya sama atau lebih buruk daripada sebelum Ramadan, maka ia perlu mengevaluasi dirinya.

2️⃣ Hakikat Puasa Tidak Hanya Menahan Lapar dan Haus
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dengannya, maka Allah tidak butuh terhadap ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa hakikat puasa tidak terbatas pada menahan diri dari pembatal fisik, tetapi juga menahan diri dari:
• dosa lisan,
• dosa perbuatan,
• dan segala bentuk kemaksiatan.

3️⃣ Maksiat Mengurangi Pahala Puasa
Nabi ﷺ menyebutkan dua jenis maksiat dalam hadis tersebut:
• قَوْلَ الزُّورِ → dosa lisan
• وَالْعَمَلَ بِهِ → dosa perbuatan
Setiap maksiat yang dilakukan saat berpuasa akan:
• mengurangi pahala puasa,
• merusak kesempurnaannya,
• bahkan bisa menghilangkan pahalanya jika terus dilakukan.
Walaupun secara fikih puasanya sah karena ia menahan diri dari pembatal fisik, tetapi dari sisi pahala bisa sangat berkurang.
Ini seperti seseorang yang shalat namun pikirannya melayang. Shalatnya sah, tetapi pahala yang ia peroleh sesuai dengan kadar kekhusyukannya.

4️⃣ Menjaga Anggota Badan Saat Berpuasa
Seorang yang berpuasa hendaknya menjaga:
• lisannya dari ghibah dan dusta,
• matanya dari pandangan haram,
• telinganya dari mendengar yang haram,
• dan seluruh anggota badannya dari maksiat.
Sebagian salaf jika berpuasa mereka duduk di masjid dan berkata:
“Kami menjaga puasa kami dan tidak menggunjing siapa pun.”
Puasa adalah ibadah yang menuntut penjagaan diri secara menyeluruh.

5️⃣ Tidak Membalas Keburukan Saat Berpuasa
Secara hukum asal, seseorang boleh membalas kezaliman dengan yang setara. Allah ﷻ berfirman:
فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ
“Barang siapa menyerang kalian, maka seranglah ia dengan setimpal.” (QS. Al-Baqarah: 194)
Namun dalam kondisi berpuasa, seseorang dituntut untuk menahan diri demi menjaga kehormatan ibadahnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
“Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa mendidik jiwa untuk:
• mengendalikan emosi,
• menahan diri dari balas dendam,
• dan menghormati ibadah yang sedang dijalani.

6️⃣ Puasa Sah Tetapi Bisa Tanpa Pahala
Hadis “فليس لله حاجة...” menunjukkan bahwa seseorang bisa saja:
• puasanya sah secara hukum,
• tetapi pahalanya sangat sedikit atau bahkan hilang.
Sebagaimana shalat yang sah secara syarat dan rukun, namun pahala yang diperoleh sesuai dengan kadar kehadiran hati.
Oleh karena itu, hakikat puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi menahan seluruh anggota badan dari kemaksiatan.

Penutup
Hakikat puasa adalah:
• latihan ketakwaan,
• pendidikan jiwa,
• dan pembiasaan untuk taat kepada Allah.
Setiap kali hendak melakukan dosa saat berpuasa, ingatlah bahwa kita sedang menjalankan ibadah yang agung.
Semoga Allah memberkahi Ramadan kita, membantu kita menyempurnakan puasa dan qiyam, menjauhkan kita dari maksiat, serta menerima amal-amal kita.
اللهم بارك لنا في رمضان، وأعنا على صيامه وقيامه، وجنبنا أسباب سخطك ومعاصيك، واغفر لنا ولوالدينا وللمسلمين أجمعين، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com

Posting Komentar untuk "Hakikat Puasa"

ikut program

ikut program