Pilihan Allah Selalu yang Terbaik “Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Itu Baik Bagimu”

Pilihan Allah Selalu yang Terbaik

Pilihan Allah Selalu yang Terbaik

Tafsir dan Renungan dari Ayat “Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Itu Baik Bagimu”

Dalam kehidupan, manusia sering kali membenci sesuatu yang menimpanya: ujian, musibah, kehilangan, atau keadaan yang tidak sesuai harapan. Namun Al-Qur’an mengajarkan prinsip agung: pilihan Allah selalu yang terbaik, meskipun pada awalnya terasa pahit dan menyakitkan.

Allah ﷻ berfirman:
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menjadi kaidah besar dalam iman kepada takdir, bahwa seorang hamba harus bersabar, berhusnuzan, dan ridha terhadap ketentuan Allah.

1. Syariat yang Dibenci Namun Menghasilkan Kebaikan Besar

Salah satu contoh nyata adalah syariat jihad. Pada awalnya berat dan tidak disukai jiwa, namun dengannya:
• Islam ditegakkan
• kezaliman dilawan
• tauhid ditegakkan
• keadilan tersebar ke seluruh penjuru dunia

Seandainya Nabi ﷺ dan para sahabat tidak melaksanakan perintah ini, kaum Muslimin akan terus ditindas dan dikepung oleh kaum musyrikin dan orang-orang zalim.

Inilah makna ayat:
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini berlaku umum pada banyak syariat yang mungkin tidak sesuai hawa nafsu, namun membawa kebaikan besar bila dijalankan dengan iman dan ridha.

2. Bersabar terhadap Pasangan dan Buah Kebaikan di Baliknya

Allah ﷻ berfirman tentang kehidupan rumah tangga:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Dan bergaullah dengan istri-istri kalian secara makruf. Jika kalian membenci mereka, maka bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19)

Para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir, Al-Baghawi, dan Al-Qurthubi menjelaskan:

Kebaikan yang banyak itu bisa berupa anak-anak saleh yang lahir dari istri yang memiliki kekurangan, baik secara fisik maupun akhlak (selama bukan perbuatan keji).

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa makna ayat ini termasuk anak saleh yang Allah anugerahkan dari istri yang dibenci, dan dari anak saleh itulah pintu kebaikan dunia dan akhirat terbuka.

3. Nabi Yusuf ‘Alaihissalam: Dari Sumur ke Singgasana

Allah ﷻ mengisahkan penderitaan panjang Nabi Yusuf ‘alaihissalam:
• dibenci dan dikhianati saudara-saudaranya
• dibuang ke dalam sumur
• dijual sebagai budak
• dirayu lalu dipenjara bertahun-tahun
Namun semua penderitaan itu berujung kemuliaan.

Allah ﷻ berfirman tentang ucapan Yusuf:
إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf: 90)

Seandainya Yusuf tidak dibuang ke sumur, tidak dipenjara, dan tidak diuji, ia tidak akan menjadi penguasa Mesir dan penyelamat negeri dari kelaparan.

4. Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Hikmah Tertundanya Keturunan

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Wahai Rabbku, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh.” (QS. Ash-Shaffat: 100)

Namun Allah menunda pengabulan doa tersebut bertahun-tahun. Hikmahnya sangat besar:
• lahirnya Nabi Ismail dari Hajar
• Ismail tinggal di Makkah
• dari keturunannya lahir Nabi Muhammad ﷺ
Seandainya Ibrahim langsung diberi anak dari Sarah, sejarah kenabian akan berbeda.

5. Ibu Nabi Musa: Ketakutan yang Berbuah Keselamatan
Allah ﷻ berfirman:
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ
“Kami ilhamkan kepada ibu Musa: Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai. Jangan takut dan jangan bersedih, karena Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya seorang rasul.” (QS. Al-Qashash: 7)

Apa yang lebih berat bagi seorang ibu selain melepaskan bayinya ke sungai?
Namun justru dari situlah:
• Musa selamat
• Musa dibesarkan di istana Firaun
• ibunya menyusui Musa dengan upah

6. Nabi Musa dan Perjalanan Penuh Ujian Menuju Pernikahan Mulia

Nabi Musa harus:
• keluar dari Mesir dalam ketakutan
• berjalan ratusan kilometer
• kelaparan dan kelelahan
Namun di Madyan, Allah mempertemukannya dengan wanita salehah, yang kelak menjadi istrinya.

Doa Musa:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Wahai Rabbku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashash: 24)

Allah jawab doa itu dengan rezeki, perlindungan, pekerjaan, dan pernikahan.

7. Rasulullah ﷺ, Hijrah, dan Kemenangan Besar

Ketika Rasulullah ﷺ harus meninggalkan Makkah, beliau berkata:
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمَكِ أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
“Demi Allah, engkau (Makkah) adalah sebaik-baik negeri Allah dan negeri yang paling aku cintai. Seandainya bukan karena kaummu mengusirku, aku tidak akan keluar darimu.” (HR. Tirmidzi)

Namun hijrah itulah yang menjadi pintu kejayaan Islam, pembebasan Makkah, dan tersebarnya Islam ke seluruh dunia.

8. Fitnah terhadap Aisyah radhiyallahu ‘anha Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita dusta itu adalah segolongan dari kalian. Janganlah kalian mengira itu buruk bagi kalian, bahkan itu baik bagi kalian.” (QS. An-Nur: 11)

Dari peristiwa pahit ini:
• kemuliaan Aisyah semakin tinggi
• ayat Al-Qur’an turun membelanya hingga hari kiamat
• orang munafik terbongkar

9. Kisah Musa dan Khidir: Hikmah yang Tidak Langsung Terlihat

Allah ﷻ berfirman:
وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي
“Aku tidak melakukannya menurut kehendakku sendiri.” (QS. Al-Kahfi: 82)

Perahu dirusak, anak dibunuh—semuanya tampak buruk, namun di baliknya terdapat kebaikan besar yang tidak diketahui Nabi Musa pada awalnya.

10. Puncak Sikap: Sabar dan Ridha

Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
“Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka.” (HR. Tirmidzi)

Dan sabda beliau ﷺ:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah timpakan ujian kepadanya.” (HR. Bukhari)

Penutup

Pilihan Allah selalu terbaik bagi hamba-Nya yang:
• bersabar
• berhusnuzan
• dan ridha terhadap takdir
Sebagaimana perkataan Abdul Wahid bin Zaid رحمه الله:
الرِّضَا بِاللَّهِ بَابُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ، وَجَنَّةُ الدُّنْيَا، وَرَاحَةُ الْعَارِفِينَ
“Ridha kepada Allah adalah pintu Allah yang paling agung, surga dunia, dan tempat istirahat orang-orang yang mengenal Allah.”

Wallāhu a‘lam.

Tim Ilmu Center

-----------------------------------------------
Dr. Sirajul Yani, S.Pd.I, B.Sh, M.H.I
Founder Ilmu Center Academy dan Web: asy-syariah.com

Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com

Posting Komentar untuk "Pilihan Allah Selalu yang Terbaik “Bisa Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Itu Baik Bagimu”"

ikut program

ikut program