Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
(فضل العشر الأواخر من رمضان)
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله الأمين، وعلى آله وأصحابه الطيبين الطاهرين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, setelah kita melewati dua fase dari bulan Ramadan — sepuluh hari pertama dan sepuluh hari pertengahan — kini kita memasuki fase terakhir dari bulan yang mulia ini, yaitu sepuluh hari terakhir Ramadan. Fase ini adalah fase yang paling agung dan paling penting di antara seluruh hari Ramadan.
Bahkan siapa saja yang mungkin kurang maksimal dalam dua fase sebelumnya, masih memiliki kesempatan untuk menutupi kekurangan itu dengan bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir ini.
1️⃣ Sepuluh Hari Terakhir adalah Penutup Amal
Salah satu alasan utama pentingnya sepuluh hari terakhir Ramadan adalah karena ia merupakan penutup amal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada penutupnya.”HR. Al-Bukhari
Dalam hadis lain Nabi ﷺ bersabda:
وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
“Sesungguhnya seseorang melakukan amalan penghuni neraka hingga jaraknya dengan neraka tinggal sehasta, lalu takdir mendahuluinya sehingga ia melakukan amalan penghuni surga lalu masuk ke dalamnya.” HR. Al-Bukhari dan Muslim
Hal ini menunjukkan bahwa penutup amal sangat menentukan. Oleh karena itu, seseorang yang bersungguh-sungguh pada akhir Ramadan dapat memperoleh penutup amal yang baik.
2️⃣ Nabi ﷺ Memberi Perhatian Besar pada Sepuluh Hari Terakhir
Di antara dalil yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari terakhir Ramadan adalah perhatian besar Nabi ﷺ terhadapnya.
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Nabi ﷺ mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”HR. Al-Bukhari dan Muslim
Makna hadis ini:
• شد مئزره → bersungguh-sungguh dalam ibadah
• أحيا ليله → menghidupkan malam dengan ibadah
• أيقظ أهله → membangunkan keluarga untuk beribadah
Selain itu, Nabi ﷺ juga beritikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
3️⃣ Di Dalamnya Terdapat Malam Lailatul Qadar
Keutamaan terbesar dari sepuluh hari terakhir Ramadan adalah adanya Lailatul Qadar.
Allah Ta‘ala berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.”QS. Al-Qadr: 3
Seribu bulan berarti sekitar 83 tahun lebih. Artinya, ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun.
Karena itu Nabi ﷺ menganjurkan untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Beliau bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.”HR. Al-Bukhari dan Muslim
Dan lebih ditekankan lagi pada malam-malam ganjil.
4️⃣ Pendapat Ulama tentang Penentuan Lailatul Qadar
Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan malam Lailatul Qadar.
Beberapa pendapat yang masyhur:
Pendapat pertama
Sebagian sahabat seperti Ibnu Mas‘ud berpendapat bahwa Lailatul Qadar dapat terjadi sepanjang tahun.
Namun pendapat ini dianggap lemah.
Pendapat kedua
Sebagian ulama mengatakan bahwa Lailatul Qadar selalu jatuh pada malam ke-27 Ramadan.
Pendapat ini juga tidak sepenuhnya kuat.
Pendapat yang paling kuat
Mayoritas ulama berpendapat bahwa:
• Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan
• Lebih ditekankan pada malam-malam ganjil
Dengan demikian, seorang muslim dianjurkan untuk bersungguh-sungguh beribadah pada seluruh sepuluh malam tersebut.
5️⃣ Amalan yang Dianjurkan pada Sepuluh Hari Terakhir
Beberapa amalan yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan antara lain:
1. Qiyamullail
Memperpanjang shalat malam.
2. Membaca Al-Qur’an
3. Banyak berdzikir
4. Memperbanyak doa
5. I‘tikaf di masjid
6. Memperbanyak ibadah secara umum
Bahkan sekadar berdiam di masjid untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an sudah termasuk amal yang sangat baik.
6️⃣ Peringatan Agar Tidak Merusak Amal
Di samping semangat beramal, seorang muslim juga harus berhati-hati agar tidak merusak amalnya.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا
“Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan kembali benangnya setelah dipintal dengan kuat.”QS. An-Nahl: 92
Ayat ini menggambarkan orang yang:
• telah bersungguh-sungguh melakukan kebaikan
• tetapi kemudian merusaknya dengan maksiat.
7️⃣ Perkara yang Dapat Menghapus Amal
Beberapa perkara yang dapat merusak atau menghapus amal antara lain:
1. Syirik dan murtad
Allah berfirman:
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ
“Jika engkau berbuat syirik, niscaya gugurlah seluruh amalmu.”QS. Az-Zumar: 65
2. Ghibah (menggunjing)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ؟
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”
Para sahabat menjawab: orang yang tidak memiliki harta.
Beliau bersabda:
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa dan zakat, namun ia pernah mencela orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang lain, sehingga pahala-pahalanya diberikan kepada mereka.”HR. Muslim
3. Meninggalkan shalat Ashar
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
“Barang siapa meninggalkan shalat Ashar maka gugurlah amalnya.”HR. Al-Bukhari
4. Mengolok-olok Sunnah Nabi
Allah berfirman:
لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ… أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ
“Janganlah kalian meninggikan suara di atas suara Nabi… agar tidak gugur amal-amal kalian.”QS. Al-Hujurat: 2
Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah kesempatan besar bagi setiap muslim untuk:
• memperbaiki kekurangan amal
• memperbanyak ibadah
• mencari Lailatul Qadar
• dan memperoleh penutup amal yang baik.
Maka hendaknya setiap muslim bersungguh-sungguh dalam ibadah pada hari-hari tersebut dan menjaga amalnya dari perkara yang dapat merusaknya.
نسأل الله أن يوفقنا لاغتنام العشر الأواخر من رمضان، وأن يجعلنا من عتقائه من النار.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.
Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com
Posting Komentar untuk "Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan"
Posting Komentar
Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda