Hukum Membagi Qiyam Ramadhan pada Sepuluh Hari Terakhir

Hukum Membagi Qiyam Ramadhan pada Sepuluh Hari Terakhir

Hukum Membagi Qiyam Ramadhan pada Sepuluh Hari Terakhir
(مشروعية تقسيم صلاة القيام في العشر الأواخر)
 الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد
Di antara pertanyaan yang sering muncul pada sepuluh hari terakhir Ramadan adalah tentang pembagian shalat malam menjadi dua bagian, yaitu:
• shalat tarawih di awal malam
• shalat qiyam atau tahajud di akhir malam
Apakah pembagian seperti ini memiliki dasar dalam syariat atau tidak?

1️⃣ Anjuran Memperbanyak Ibadah pada Sepuluh Hari Terakhir
Dalil-dalil syariat menunjukkan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu untuk meningkatkan ibadah.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَخْلِطُ الْعِشْرِينَ الأُوَلَ مِنْ رَمَضَانَ بَيْنَ صَلَاةٍ وَنَوْمٍ، فَإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Rasulullah ﷺ pada dua puluh hari pertama Ramadan mencampurnya antara shalat dan tidur. Tetapi apabila telah masuk sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”HR. Al-Bukhari dan Muslim
Makna “menghidupkan malamnya” adalah mengisi seluruh malam dengan berbagai ibadah.

2️⃣ Nabi ﷺ Memperpanjang Qiyam Ramadan
Nabi ﷺ pernah shalat malam bersama para sahabat beberapa malam.
Diriwayatkan bahwa beliau:
• pada malam ke-23 shalat hingga sepertiga malam
• pada malam ke-25 shalat hingga setengah malam
• pada malam ke-27 shalat hingga sebagian besar malam
Para sahabat bahkan khawatir akan kehabisan waktu sahur karena panjangnya shalat tersebut. Ini menunjukkan bahwa menghidupkan malam Ramadan dengan shalat adalah amalan yang sangat dianjurkan.

3️⃣ Shalat Malam Tidak Memiliki Batasan Rakaat
Rasulullah ﷺ bersabda:
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى
“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat.”HR. Al-Bukhari dan Muslim
Artinya:
• shalat malam tidak memiliki batas tertentu
• dilakukan dua rakaat-dua rakaat
• kemudian ditutup dengan witir.

4️⃣ Istilah Tarawih dan Tahajud
Sebagian orang menyebut:
• shalat awal malam → tarawih
• shalat akhir malam → tahajud atau qiyam
Padahal sebenarnya semuanya adalah shalat malam.
Istilah tarawih muncul karena dahulu para sahabat:
• beristirahat sejenak setelah setiap empat rakaat
• karena mereka membaca Al-Qur’an dengan sangat panjang.

5️⃣ Hukum Membagi Shalat Malam Menjadi Dua Waktu
Membagi shalat malam menjadi dua waktu:
• sebagian di awal malam
• sebagian di akhir malam
adalah hal yang baik dan diperbolehkan, karena lebih memudahkan kaum muslimin.
Jika seluruh shalat dilakukan di awal malam, mungkin akan terasa berat bagi banyak orang.
Dengan pembagian ini:
• orang dapat shalat di awal malam
• kemudian beristirahat
• lalu kembali shalat di akhir malam.

6️⃣ Pembagian Ini Memiliki Dasar dari Sunnah
Pembagian shalat malam ini juga memiliki dasar dari sunnah Nabi ﷺ.
Diriwayatkan dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
Nabi ﷺ pernah shalat beberapa rakaat setelah Isya, kemudian tidur, lalu bangun di akhir malam dan kembali shalat. HR. Al-Bukhari
Hal ini menunjukkan bahwa shalat malam dapat dilakukan pada dua waktu berbeda dalam satu malam.

7️⃣ Keutamaan Shalat Bersama Imam Hingga Selesai
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barang siapa shalat bersama imam hingga imam selesai, maka dicatat baginya pahala qiyam satu malam penuh.”HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi
Karena itu:
• jika seseorang hanya shalat tarawih saja lalu pulang
• maka ia belum mendapatkan keutamaan penuh dari hadis ini.
Agar memperoleh pahala qiyam satu malam penuh, ia sebaiknya mengikuti shalat bersama imam hingga selesai seluruh rangkaian qiyam malam.

8️⃣ Apakah Boleh Shalat dengan Dua Imam?
Sebagian ulama mengatakan bahwa sebaiknya seseorang shalat dengan satu imam saja.
Namun pendapat yang lebih kuat adalah boleh shalat dengan imam berbeda, selama:
• ia mengikuti shalat hingga selesai bersama imam tersebut.
Misalnya:
• shalat tarawih dengan imam pertama
• kemudian shalat qiyam dengan imam kedua.
Selama ia mengikuti shalat hingga selesai, maka ia tetap mendapatkan pahala tersebut.

Penutup
Pembagian shalat malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi:
• tarawih di awal malam
• qiyam di akhir malam
adalah perkara yang diperbolehkan dan baik, karena:
• memudahkan kaum muslimin
• membantu mereka menghidupkan malam Ramadan
• dan memiliki dasar dari sunnah Nabi ﷺ.
Yang terpenting adalah menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah, khususnya pada sepuluh hari terakhir, karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
نسأل الله أن يعيننا على قيام رمضان إيمانًا واحتسابًا. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com

Posting Komentar untuk "Hukum Membagi Qiyam Ramadhan pada Sepuluh Hari Terakhir"

ikut program

ikut program