Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

BULAN MUHARRAM DALAM PANDANGAN ISLAM

BULAN MUHARRAM DALAM PANDANGAN ISLAM

Menurut orang syiah, muharram adalah hari meratap, hari bersedih dan waktu berkabung mereka membuat ritual melukai diri untuk meratapi kematian Hussein.

Menurut orang kejawen, muharram atau suro adalah bulan yang penuh mistik, bulan keramat, bulan nyadren, ngaduse keris dan seterusnya. Kebanyakan kaum kejawen tak mau menikahkan anaknya dan membuat walimah di bulan yang dianggap keramat ini.

Menurut sebagian kaum pergerakan, Muharram adalah bulan introspeksi dan evaluasi diri maka mereka menyongsong bulan ini dengan membuat halibaru yaitu kegiatan kumpul bersama di malam tahun baru hijriyah yang dinamakan MABIT.

Sedangkan menurut Islam, bulan Muharram atau dalam istilah jawa dikenal dengan nama bu- lan suro adalah bulan Allah yang sangat agung. Dia adalah bulan pertama dalam kalender Islam, termasuk bulan-bulan haram. Allah berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ أَثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَبِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَربَعَةٌ حُرُم ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَئِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَتِلُونَكُمْ كَافَةُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. at-Taubah: 36).

Dari Abu Bakroh dari Nabi bahwasanya dia bersabda:
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ: ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتُ : ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Satu tahun itu dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan berturut-turut; Dzul qo'dah, Dzulhijjah dan Muharram. Satunya lagi adalah bulan Rajab yang terleletak antara bulan Jumada Tsani dan Sya'ban (HR. Bukhari: 2958).

Hasan al-Bashri berkata: "Sesungguhnya Allah membuka awal tahun dengan bulan haram, dan menutup akhir tahun dengan bulan ha- ram pula. Tidak ada bulan yang lebih agung di sisi Allah setelah Ramadhan dibandingkan bulan Muharram (Lathoiful Ma'arif, Ibnu Rojab hal. 79).

Keangungan bulan ini bertambah mulia de- ngan penyandaran bulan ini kepada Allah. Nabil menyebutkan bulan Muharram dengan nama Syahrullah (bulan Allah). Rasulullah bersabda:
أَفْضَلُ الصَّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syahrullah al-Muharram." (HR. Muslim: 1163).

Al-Hafizh Ibnu Rojab mengatakan: "Nabi memberi nama Muharram dengan Syahrullah. Penyandaran bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keutamaannya. Karena Allah tidak akan menyandarkan sesuatu kepada dirinya kecuali pada makhluknya yang khusus" (Lathoiful Ma'arif, hal. 81).

Demikianlah kemuliaan dan keagungan bulan Muharram menurut pandangan Islam. Lantas, atas dasar apakah keyakinan sebagian orang bahwa Muharram adalah bulan keramat? Ataukah hal. ini hanya sebuah khurafat ala jahiliyyah yang masih mengurat dalam hati??!

Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman

Post a Comment for "BULAN MUHARRAM DALAM PANDANGAN ISLAM"