Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kajian Fiqih kitab umdatul ahkam (Hadits 01 : Tentang niat) Seri 01

Kajian Fiqih kitab umdatul ahkam (Hadits 01 : Tentang niat) Seri 01

๐Ÿ“’ Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅู†َّู…َุง ุงู„ุฃุนู…َุงู„ ุจุงู„ู†ِّูŠَّุงุชِ ูˆุฅِู†َّู…ุง ู„ِูƒُู„ِّ ุงู…ุฑูŠุกٍ ู…ุง ู†َูˆَู‰ ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆุฑَุณُูˆْู„ِู‡ِ ูˆู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ู„ِุฏُู†ْูŠَุง ูŠُุตِูŠْุจُู‡ุง ุฃูˆ ุงู…ุฑุฃุฉٍ ูŠَู†ْูƒِุญُู‡َุง ูู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‡َุงุฌَุฑَ ุฅู„ูŠู‡ِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

๐Ÿ”ฐFaedah dari Hadits :

1. Niat secara bahasa berarti al-qashd (keinginan/Maksud). Sedangkan niat secara istilah syar’i, adalah berazam (bertekad) mengerjakan suatu ibadah ikhlas karena Allah, letak niat dalam batin (hati).
2. Ada penjelasan tentang pentingnya niat dalam beramal, dan sesungguhnya poros (perputaran) sahnya suatu amalan dan balasannya sesuai dengan niatnya.
3. Bahwa niat adalah syarat utama dalam beramal.
4. Niat tempatnya didalam hati bukan dilisan, maka mengucapkannya /melafadzkannya perkara baru dalam agama .
5. Wajibnya berhati-hati dari bahaya riya (beramal agar dilihat orang), Sum`ah (beramal agar didengar orang) dan beramal karena tujuan dunia , karena itu dapat merusak ibadah.
6. Thaharah (bersuci) bagian dari beramal, maka tidak ada thahara kecuali dengan niat, maka setiap orang yang bersuci akan mendapatkan apa yang ia niatkan.
7. Bahwa berhijrah dari negeri syirik ke negeri Islam, diantara amal ibadah yang utama, apabila dimaksudkan dengannya ikhlas karena Allah.
8. Dalam hadits ada penjelasan bahwa manusia bertingkat -tingkat dalan niat mereka, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.

๐Ÿ”‘Rujukan:

☑️1. Tanbiihul Afham, Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin.
☑️2. Taisiirul Alaam, syarh Umdatul Ahkam, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam.
☑️Dan lain-lain.

๐Ÿท️Abu Abdullah Mentawai Irwan Lc.

Post a Comment for "Kajian Fiqih kitab umdatul ahkam (Hadits 01 : Tentang niat) Seri 01"