Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rumah Tangga Yang Bahagia

Rumah Tangga Yang Bahagia

Rumah tangga yang bahagia adalah idaman setiap orang. Namun Apa itu "bahagia"? Mungkin pertanyaan ini sulit kita jawab. Sebab, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dirasakan, namun sulit diungkapkan dengan kata kata.

Bahagia adalah sesuatu yang maknawi, sebuah perasaan yang lahir dalam hati, membawa berjuta makna. Dan orang yang merasakan kepuasan dan kecukupan, itulah orang yang bahagia.

Kebahagiaan itu dapat dirasakan oleh siapa saja, kebahagiaan bukanlah monopoli orang yang berharta saja.

Bukankah rumah sederhana yang membuat seorang wanita selalu tersenyum lebih baik daripada istana megah yang selalu membuatnya menangis dan merintih, nasibnya ibarat burung dalam sangkar emas?.

Berapa banyak pasangan suami istri yang siang malam diperbudak oleh hartanya, sehingga hubungan cinta kasih diantara mereka terasa sangat gersang, Bahagiakah kehidupan seperti itu?.

Bahagia juga bukan monopoli wanita cantik rupawan yang memiliki suami tampan, Berapa banyak wanita cantik rupawan yang kecantikannya justru menjadi bumerang bagi dirinya?.

Dan bukankah seorang pria bersahaja yang mampu merengkuhnya dalam kebahagiaan lebih baik daripada pria tampan lagi rupawan yang selalu melukai hati dan perasaannya.

Bahagia tak dapat dikejar semata-mata dengan harta berjibun ataupun tampilan fisik semata.

Lalu bagaimanakah rumah tangga yang bahagia?

Ketahuilah, kebahagiaan itu hanya dapat diraih dan dirasakan oleh sepasang suami istri yang senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan merasa berkecukupan.

Mereka saling bahu-membahu dalam urusan dunia maupun akhirat, Mereka memahami tugas dan hak masing masing, Mereka hidup penuh keharmonisan. Dan masing masing pihak dapat memberikan kebahagian, kehangatan, dan ketentraman bagi pasangannya.

Selanjutnya, kebahagiaan rumah tangga akan membawa mereka kepada kebahagiaan yang kekal abadi dalam Surga yang penuh kenikmatan. Mereka jadikan rumah tangga mereka itu sebagai jalan meraih ridha Allah. Maka kebaha giaan rumah tanggapun menjadi salah satu anak tangga dalam meraih kebahagiaan yang kekal abadi di akhirat.

Kebahagiaan pasti diimpikan oleh setiap orang yang berakal sehat. Bergegaslah meraihnya dan carilah kebahagiaan itu bersama suamimu, istrimu, bersama anak-anakmu, bersama keluargamu dan bersama siapa saja yang bergaul denganmu. Dengan cara membantu mereka, mencintai mereka dan menuntun tangan mereka kepada perkara yang dicintai Allah.

Berjalanlah bersama suamimu, bersama istrimu menempuh jalan kebahagiaan dengan tenang, thuma'ninah dan kasih sayang serta dengan mendidik anak-anak menjadi generasi yang shalih dan saling bahu membahu dalam mengerjakan ketaatan.

Ciptakanlah suasana rumah tangga yang tenang yang mendorong kita untuk berbuat ketaatan, suasana rumah tangga yang nyaman, tidak membuat penat dan tidak membuatmu bosan dalam melaksanakan tanggung jawab. Suasana yang menambah kebahagiaan dari setiap peker- jaan yang engkau lakukan, seiring bertambahnya semangat- mu dalam meraih pahala di sisi Ar-Rahman. Agar engkau dapat meraih kebahagian rumah tangga yang merupakan anak tangga menuju Surga yang penuh kenikmatan.

Sekarang, mari kita simak pandangan Nabi tentang kebahagiaan: Nabi bersabda:
أَرْبَعُ مِنَ السَّعَادَةِ : المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالمَسْكَنُ الوَاسِعُ وَالْجَارُ الصَّالِحُ والمَرْكَبُ الهَنِيءُ وَ أَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ : المَرْأَةُ السُّوْهُ وَالجَارُ السُّوءُ وَ المَرْكَبُ السُّوْءُ وَ المَسْكَنُ الضَّيِّقُ
Empat perkara yang mendatangkan kebahagiaan: Pertama, Istri yang shalihah. Kedua, Rumah yang luas Ketiga, Tetangga yang shalih. Keempat, Kendaraan yang cepat. Empat perkara yang mendatangkan kesengsaraan, Pertama, Istri yang buruk. Kedua, Tetangga yang jahat. Ketiga, Kendaraan yang buruk. Keem pat, Rumah yang sempit (Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam silsilah Al ahadist ash shohihah).

Nabi juga bersabda:
ثلاثة مِنَ السَّعَادَةِ وثلاثة مِنَ الشَّقَاءِ فَمِنَ السَّعَادَةِ : المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ تَرَاهَا فَتُعْجِبُكَ وَ نَعَيْبُ عَنْهَا فَتَأْمَتُهَا عَلَى نَفْسِهَا وَ مالك والدابة تكونُ وَطَيْئَةً فَتُلْحِقُكَ بِأَصْحَابِكَ وَالدَّارُ تكُونُ وَاسِعَةً كَثِيرَةَ الْمَرَافِقِ وَ مِنَ الشَّقَاءِ : الْمَرْأَةُ تَرَاهَا فَتَسُوؤُكَ وَ تَحْمِلُ لِسَانَهَا عَلَيْكَ وَإِنْ عَبْتَ عَنْهَا لَمْ تَأْمَنْهَا عَلَى نَفْسِهَا وَ مَالِكَ وَ الدَّابَّةُ تَكُوْنُ فَطُوْفًا فَإِنْ ضَرَبْتَهَا أَتْعَبَتَكَ وَ إِنْ تَرَكْتَهَا لَمْ تُلْحِقْكَ بِأَصْحَابِكَ وَ الدَّارُ تَكُوْنُ ضَيِّقَةً قَلِيْلَةَ الْمَرَافِقِ
"Tiga perkara yang membawa kebahagiaan dan tiga perkara yang mendatangkan kesengsaraan. Adapun tiga perkara yang membawa kebahagiaan adalah: 
1. Istri yang shalihah, yang membuatmu kagum setiap kali melihatnya, engkau merasa aman atas kesucian dirinya dan hartamu apabila engkau tak berada di sisinya.
2. Kendaraan yang cepat, yang membuatmu dapat menyusul rekan-rekanmu.
3. Rumah yang lapang dan lengkap perabotannya.

Adapun tiga perkara yang mendatangkan kesengsaraan:
1. Istri yang membuatmu jengkel setiap kali meli- hatnya, yang menggunakan lisannya untuk me- nyerangmu dengan kata-kata keji, dan engkau merasa tidak aman atas kesucian dirinya dan har- tamu apabila engkau tak berada di sisinya.
2. Kendaraan yang lambat. Kalaupun engkau halau niscaya hanya membuatmu letih. Dan jika tak diha- lau maka tidak akan membawamu untuk menyusul rekan-rekanmu.
3. Rumah yang sempit lagi minim perabotan nya (Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam silsilah Al ahadist ash shohihah).


Abu Ihsan

Post a Comment for "Rumah Tangga Yang Bahagia"