Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Sunnah-Sunnah Wudhu (01)

Sunnah-Sunnah Wudhu (01)

بسم لله الرحمن الرحيم الحمد الله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و اصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
Ikwati fillah a’zzaniyallahu waiyyakum

Pembahasan kali ini berkaitan dengan sunnah-sunnah wudhu yaitu apa-apa yang disunnahkan ketika seseorang berwudhu. Sunnah-sunnah wudhu ada 10 : 

1) Mengucapkan bismillah. Sebagian para ulama mewajibkan bagi seseorang yang ingin berwudhu untuk mengucapkan bismillah sebagaimana hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam :
لا وضوء لمن لم يذكر اسم الله عليه
“Tidak sah wudhu seseorang jika tidak mengucapkan bismillah / menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala padanya”

Akan tetapi jumhur para ulama menjelaskan maksud dari hadis di atas, yaitu tidak sempurnanya wudhu seseorang jika tidak mengucapkan bismillah, dan ini pendapat yang kuat, oleh karena itu, makna atau maksud dari hadis di atas
لا وضوء لمن لم يذكر اسم الله عليه
Tidak sempurna wudhu seseorang jika tidak menyebut nama Allah padanya atau tidak mengucapkan bismillah padanya

2) Bersiwak. Ini sebagaimana hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau berkata :
"لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل وضوء"
“Jikalau sekiranya tidak memberatkan kepada umatku, maka telah aku perintahkan mereka untuk bersiwak di setiap wudhu mereka” (HR Bukhari)

3) Membasuh kedua telapak tangan, dan ini sebagaimana apa yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, bahwasanya beliau membasuh tangannya terlebih dahulu sebagaimana hadis dari Utsman tentang sifat wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau mengatakan :
" فافرغ على يديه من إنائه، فغسلهما ثلاث مرات"
“Maka beliau menuangkan air ke dua tangan beliau dari bejana kemudian membasuhnya 3 kali” (HR Bukhari)

4) Memulai berkumur dan beristinsyaq sebelum membasuh muka, ini sebagaimana hadis Utsman yang telah kita sebutkan. Berkemumur atau madhmadha dan istinsyaq dan istintsar termasuk apa-apa yang diwajibkan dalam berwudhu, akan tetapi di sini sunnahnya yaitu mendahulukan ini semua sebelum membasuh muka, sifatnya dia berkumumur, kemudian istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dari air di telapak tangannya dan melakukannya 3 kali. Ini sebagaimana hadis Abdullah ibni Zaid, beliau mengatakan :
"ثم أدخل يدهُ في التور، فمَضْمَض واسْتَنْشَق واسْتَنْثَر ثلاثا بثلاثِ غَرَفَات"
“Kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana lalu berkemumur, lalu memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya kembali dengan 3 kali cidukan” (HR Bukhari)

5) Berlebihan dalam madhmadha (berkemumur) dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) bagi yang tidak berpuasa. Sebagaimana hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau mengatakan :
"أَسْبِغْ اَلْوُضُوءَ, وَخَلِّلْ بَيْنَ اَلْأَصَابِعِ, وَبَالِغْ فِي اَلِاسْتِنْشَاقِ, إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا"
“Sempurnakanlah wudhu, selah-selahlah diantara jari-jemarimu, dan bersangatlah dalam beristinsyaq yaitu dalam memasukkan air ke dalam hidung kecuali jika kamu sedang berpuasa” (HR Abu Dawud)

Bersambung...
و صلى الله على مبينا محمد و اخر دعوانا ان الحمد لله رب العالمين


Sirajul Yani, M.H.

Post a Comment for "Sunnah-Sunnah Wudhu (01)"