Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Belajar Dengan Guru yang Ahli (Adab Menuntut Ilmu Syar’i #20)

#

Program Belajar Syariah Ke 1
Adab Menuntut Ilmu Syar’i #20
Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya
Belajar Ilmu dari seorang guru yang ahli
Ustadz Agus Eko Wahyono, S.Pd.I

بسم الله الرحمن الرحيم اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله أصلاة والسلام على رسول لله وبعد.
Kaum muslimin dan muslimat Rohimakumullah di kesempatan yang mulia ini kita akan melanjutkan kembali bagaimana cara untuk menuntut ilmu 

Di kesempatan ini kita akan membahas satu pembahasan satu cara yang sangat penting untuk dipahami yaitu: 

Menuntut ilmu dari seorang guru yang ahli. 

Jadi didalam menuntut ilmu seorang penuntut ilmu harus duduk dan mengambil ilmu dari guru yang mumpuni, bukan belajar dari buku atau dari internet atau yang lainnya kemudian tanpa ada penjelasan dari seorang guru. 

Karena ilmu-ilmu yang lain pun demikian tidak mungkin seseorang bisa mempelajari sebuah bidang ilmu tanpa guru, dalam kedokteran misalnya tidak mungkin seseorang akan menjadi dokter karena telah belajar buku-buku tentang kedokteran. 

Maka dalam masalah agama apalagi ini adalah urusan kehidupan akhirat yang kekal tidak mungkin seseorang akan paham ilmu agama secara baik hanya dengan belajar dari buku. Sehingga dalam menuntut ilmu di dalam belajar agama merupakan perkara yang penting adalah belajar dari guru yang memang ahli. 

Dan belajar dari guru ini memiliki beberapa faedah-faedah: 

1. Belajar dari guru akan menjadikan belajar itu lebih ringkas, lebih simple karena ketika membahas sebuah kitab misalnya apabila kita membaca sendiri tanpa ada guru maka kita akan kesulitan, ketika ada perbedaan pendapat kita harus mencari mana yang pendapat lebih kuat mana pendapat yang lemah, penyebabnya apa, kita akan sulit untuk mencari itu! Tapi ketika kita belajar dari seorang guru maka kita tidak perlu susah-susah untuk mencari nya kita sudah mendapatkan penjelasan dari seorang guru. 

2. Dengan belajar dari guru akan lebih cepat memahami apa yang dipelajari, berbeda dengan belajar sendiri dari sebuah buku Misalnya ketika kita menemukan kata-kata yang sulit kalimat-kalimat yang sulit untuk dipahami, maka kita kesulitan untuk memahaminya harus mencari kemana-mana untuk memahaminya, tapi dengan belajar dari guru maka dengan mudah kita akan mendapatkan penjelasan dan memahami kata-kata yang sulit tersebut. 

3. Adanya hubungan yang erat antara penuntut ilmu dan juga ulama. Dan inilah faedah yang sangat penting dan sangat mulia Apabila seseorang belajar agama itu dari seorang guru dan tidak hanya belajar sendiri. 

Kemudian Sebagian ulama mengatakan: 
من دخل في العلم وحدة خرج وحدة
Barangsiapa yang dia masuk belajar ilmu sendirian belajar sendiri maka dia akan keluar sendiri pula. 

Maksudnya barangsiapa yang belajar tanpa guru (belajar sendiri) maka dia akan selesai dengan tidak mendapatkan ilmu apapun. 

Sebagian ulama ada yang mengatakan juga: 
إنامن كان دليله كتابه فخطائه أكثر من صوابه
Barangsiapa yang gurunya adalah buku maka salahnya akan lebih banyak daripada benarnya. 

Sehingga orang yang belajar hanya dari buku maka kemungkinan besar justru akan banyak salah daripada sebenarnya. Maka ini merupakan cara yang sangat penting dan harus betul-betul dipahami dan diamalkan belajar agama harus dari seorang guru betul-betul duduk dan bermajelis dari seorang guru yang memang memang ahli. 

Demikian pembahasan kita di kesempatan ini. 

والله تعالى أعلم بصواب والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Soal Evauasi: Kenapa harus berguru kepada guru yang ahli?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi atau memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

Post a Comment for "Belajar Dengan Guru yang Ahli (Adab Menuntut Ilmu Syar’i #20)"