Fikih Shalat Sunnah Rawatib
Shalat Sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat Fardhu (lima waktu), baik yang dikerjakan sebelumnya (Qabliyyah) maupun sesudahnya (Ba'diyyah). Fungsinya sangat agung, yaitu sebagai penyempurna (penambal) kekurangan yang terjadi pada shalat wajib kita.
Secara sistematis, para ulama fiqih membagi shalat Rawatib menjadi dua kategori utama berdasarkan tingkat rutinitas penjagaan Nabi ﷺ terhadapnya: Rawatib Mu'akkadah (sangat dianjurkan) dan Rawatib Ghairu Mu'akkadah (anjuran biasa).
Berikut adalah rincian tata cara, jumlah rakaat:
1. Rawatib Mu'akkadah (Yang Sangat Dianjurkan)
Ini adalah rawatib yang nyaris tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah ﷺ dalam keadaan mukim (tidak safar). Terdapat dua riwayat sahih mengenai jumlahnya (10 rakaat dan 12 rakaat), dan keduanya bisa diamalkan secara bergantian.
A. Formasi 12 Rakaat
• 4 rakaat sebelum Zhuhur
• 2 rakaat sesudah Zhuhur
• 2 rakaat sesudah Maghrib
• 2 rakaat sesudah Isya
• 2 rakaat sebelum Subuh (Fajar)
Referensi Dalil: Hadits Ummu Habibah radhiyallahu 'anha, Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ»
"Barangsiapa shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, niscaya akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim no. 728).
B. Formasi 10 Rakaat Sama dengan formasi di atas, namun Qabliyyah Zhuhur dikerjakan hanya 2 rakaat.
Referensi Dalil: Hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata:
«حَفِظْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ: رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ فِي بَيْتِهِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ»
"Aku hafal dari Nabi ﷺ sepuluh rakaat (rawatib): Dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah Isya di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR. Bukhari no. 1180 dan Muslim no. 729).
2. Rawatib Ghairu Mu'akkadah (Anjuran Tambahan)
Ini adalah shalat sunnah pengiring yang terkadang dikerjakan oleh Nabi ﷺ dan terkadang ditinggalkan. Jumlahnya ada 10 rakaat:
• Tambahan 2 rakaat sesudah Zhuhur (sehingga total ba'diyyah Zhuhur menjadi 4 rakaat). Hadits:
«مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ»
"Barangsiapa menjaga 4 rakaat sebelum Zhuhur dan 4 rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api neraka." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
• 4 rakaat sebelum Ashar. Hadits:
«رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا»
"Semoga Allah merahmati orang yang shalat 4 rakaat sebelum Ashar." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
• 2 rakaat sebelum Maghrib. Hadits:
«صَلُّوا قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ، صَلُّوا قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ» ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ: «لِمَنْ شَاءَ»
"Shalatlah kalian sebelum Maghrib (diucap 3 kali), bagi yang mau." (HR. Bukhari).
• 2 rakaat sebelum Isya. Hadits:
«بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ» ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ: «لِمَنْ شَاءَ»
"Di antara setiap dua azan (azan dan iqamah) ada shalat." (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Tata Cara Pelaksanaan (Kaidah Fikih Terapan)
• Dikerjakan Dua Rakaat Salam (Matsna-Matsna): Jika mengerjakan 4 rakaat (seperti qabliyyah Zhuhur atau qabliyyah Ashar), mayoritas ulama menganjurkan agar dikerjakan 2 rakaat salam, lalu takbir lagi 2 rakaat salam. Dalilnya:
«صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى»
"Shalat malam dan siang itu dua rakaat-dua rakaat." (HR. Tirmidzi, disahihkan Al-Albani).
• Tempat Terbaik adalah di Rumah: Sangat disunnahkan mengerjakan rawatib di rumah, bukan di masjid (kecuali jika takut tertinggal jamaah atau ada halangan). Nabi ﷺ bersabda:
«فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا المَكْتُوبَةَ»
"Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib." (HR. Bukhari dan Muslim).
• Memberi Jeda/Pemisah (Fashl): Makruh hukumnya menyambung shalat Fardhu langsung dengan shalat sunnah Ba'diyyah tanpa ada pemisah. Pemisahnya bisa berupa: berdzikir dahulu, berbicara, atau berpindah posisi/tempat bergeser sedikit dari tempat shalat fardhunya. (Lihat: Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi, Juz 6, Hal. 170).
• Kekhususan Qabliyyah Subuh (Sunnah Fajar): Ini adalah rawatib yang paling agung. Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya baik saat mukim maupun musafir. Tata caranya disunnahkan dibaca secara ringkas/cepat. Pada rakaat pertama disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun, dan rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas (HR. Muslim).
4. Hukum Meng-qadha Shalat Rawatib yang Terlewat
Jika seseorang tertidur, lupa, atau sibuk dengan urusan darurat sehingga tertinggal shalat Rawatib Mu'akkadah, disyariatkan baginya untuk meng-qadha (menggantinya) di waktu lain.
• Contoh Kasus: Jika seseorang tidak sempat Ba'diyyah Zhuhur karena harus rapat atau safar, ia boleh menggantinya setelah shalat Ashar.
• Referensi Dalil: Ummu Salamah radhiyallahu 'anha melihat Nabi ﷺ shalat dua rakaat setelah Ashar. Ketika ditanya, Nabi ﷺ menjawab:
«يَا بِنْتَ أَبِي أُمَيَّةَ، سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ العَصْرِ، وَإِنَّهُ أَتَانِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ القَيْسِ، فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، فَهُمَا هَاتَانِ»
"Wahai putri Abu Umayyah, engkau bertanya tentang dua rakaat setelah Ashar. Sesungguhnya tadi datang kepadaku utusan dari Bani Abdil Qais yang menyibukkanku dari dua rakaat setelah Zhuhur, maka inilah dua rakaat tersebut (aku qadha sekarang)." (HR. Bukhari no. 4370 dan Muslim no. 834).
• Demikian pula jika tertinggal Qabliyyah Subuh (karena baru bangun saat iqamah sudah berkumandang), ia boleh meng-qadhanya tepat setelah shalat Subuh selesai, atau menunggunya nanti setelah matahari terbit (waktu Dhuha). (Referensi: Al-Mughni, Ibnu Qudamah, Juz 2, Hal. 544).
Semua rincian ini disepakati oleh Jumhur Ulama dari empat mazhab. Kedisiplinan dalam menjaga shalat sunnah rawatib—terutama formasi 12 rakaat—adalah salah satu kurikulum tarbiyah paling efektif untuk membangun ketahanan spiritual (akhlak dan disiplin ibadah) seorang muslim di tengah kesibukan duniawinya.
Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com
.png)
Posting Komentar untuk "Fikih Shalat Sunnah Rawatib"
Posting Komentar
Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda