Keutamaan dan Cara Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Keutamaan dan Cara Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Keutamaan dan Cara Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
(إحياء العشر الأواخر من رمضان)
 الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، أما بعد
Jika kita mengetahui bahwa bulan Ramadan adalah bulan terbaik, maka konsekuensinya adalah kita bersungguh-sungguh dalam memanfaatkannya.

Dan jika kita mengetahui bahwa sepuluh hari terakhir adalah hari-hari terbaik dalam Ramadan, maka konsekuensinya adalah kita lebih bersungguh-sungguh lagi dalam beribadah pada hari-hari tersebut dan tidak menyia-nyiakan waktunya untuk perkara yang tidak bermanfaat.

Amalan yang Dianjurkan pada Sepuluh Hari Terakhir
Pada sepuluh hari terakhir Ramadan terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan, di antaranya:
1. Menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah
2. Menambah kesungguhan dalam amal saleh
3. Menampakkan semangat dan keseriusan dalam ibadah
4. I‘tikaf serta menjauh dari kesenangan dunia

1️⃣ Nabi ﷺ Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ، وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan sarungnya.”HR. Al-Bukhari dan Muslim
Makna hadis ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ lebih bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari terakhir daripada hari-hari lainnya.
Beliau bahkan mengurangi waktu tidur malam agar dapat memaksimalkan ibadah.

2️⃣ Keadaan Manusia dalam Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir
Manusia dalam menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan dapat dibagi menjadi empat golongan.

Golongan Pertama: Menghidupkan dengan Ibadah
Ini adalah golongan terbaik.
Mereka menghidupkan malam-malam Ramadan dengan:
• shalat malam
• memperpanjang rukuk dan sujud
• membaca Al-Qur’an
• berdzikir
• berdoa kepada Allah
Mereka meneladani Nabi ﷺ yang memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut.
Rasulullah ﷺ pernah shalat bersama para sahabat hingga mereka khawatir akan kehabisan waktu sahur.
Selain shalat, mereka juga menghidupkan malam dengan tilawah Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya bersama, melainkan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan para malaikat.”HR. Muslim
Orang-orang ini benar-benar memanfaatkan malam Ramadan untuk meraih pahala dan keberkahan.

Golongan Kedua: Menghidupkan Malam untuk Dunia
Sebagian orang menghabiskan malam Ramadan untuk:
• berdagang
• bekerja
• mencari keuntungan dunia
Mereka mungkin mendapatkan keuntungan dunia, tetapi sering kali melupakan keuntungan akhirat.
Allah Ta‘ala berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ۝ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ
“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka tidak dirugikan di dunia itu. Tetapi mereka di akhirat tidak memperoleh apa-apa selain neraka.”QS. Hud: 15–16
Namun jika seseorang tetap beribadah walaupun sibuk bekerja, seperti:
• membaca Al-Qur’an di sela waktu
• berdzikir
• shalat ketika ada kesempatan
maka ia tetap mendapatkan bagian dari keuntungan.

Golongan Ketiga: Menghidupkan Malam dengan Lelucon dan Obrolan
Sebagian orang menghabiskan malam Ramadan dengan:
• bercanda
• tertawa
• ngobrol tanpa manfaat
• bahkan terkadang terjatuh pada ghibah
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ كَلَامِ ابْنِ آدَمَ عَلَيْهِ لَا لَهُ إِلَّا أَمْرًا بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهْيًا عَنْ مُنْكَرٍ أَوْ ذِكْرَ اللَّهِ
“Setiap ucapan anak Adam akan menjadi kerugian baginya, kecuali: amar ma’ruf, nahi munkar, atau dzikir kepada Allah.”HR. At-Tirmidzi
Orang-orang seperti ini kehilangan banyak kesempatan pahala.

Golongan Keempat: Menghidupkan Malam dengan Maksiat
Ini adalah golongan yang paling merugi.
Mereka menghabiskan malam Ramadan dengan:
• mendengarkan musik
• menonton perkara haram
• melihat hal-hal yang membangkitkan syahwat
• berbagai bentuk maksiat lainnya
Mereka bukan hanya kehilangan pahala, tetapi juga menanggung dosa besar.

3️⃣ Menghidupkan Malam Bersama Keluarga
Di antara sunnah yang sangat dianjurkan adalah membangunkan keluarga untuk beribadah.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis:
وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Beliau membangunkan keluarganya.”HR. Al-Bukhari dan Muslim
Para salaf juga melakukan hal yang sama.
Diriwayatkan bahwa Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu membangunkan keluarganya di akhir malam untuk shalat.
Beliau membaca firman Allah:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا
“Perintahkan keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.”QS. Taha: 132

4️⃣ Dianjurkan Menghidupkan Malam Bersama Pasangan
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنَ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ
“Apabila seorang suami bangun malam lalu membangunkan istrinya, kemudian mereka shalat dua rakaat, maka keduanya dicatat sebagai orang yang banyak berdzikir kepada Allah.”HR. Abu Dawud

5️⃣ Adab Menghidupkan Malam Ramadan
Para salaf juga memperhatikan adab-adab ketika beribadah pada malam Ramadan, di antaranya:
• memakai pakaian yang bersih
• memakai wewangian
• menjaga kebersihan badan dan tempat ibadah
Karena malaikat menyukai bau yang harum.

6️⃣ Mengurangi Makan agar Semangat Ibadah
Di antara hal yang membantu seseorang untuk beribadah adalah mengurangi makan dan minum saat berbuka.
Hal ini membantu tubuh menjadi ringan dan lebih mudah untuk bangun malam serta melakukan qiyam.

7️⃣ Doa Terbaik pada Lailatul Qadar
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Nabi ﷺ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟
“Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?”
Nabi ﷺ menjawab:
قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ucapkanlah: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”HR. At-Tirmidzi

Penutup
Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah kesempatan besar dalam kehidupan seorang muslim.
Maka hendaknya kita:
• menghidupkan malamnya dengan ibadah
• memperbanyak doa dan dzikir
• membaca Al-Qur’an
• membangunkan keluarga untuk beribadah
• serta menjauh dari maksiat dan kelalaian.
Karena siapa yang menyia-nyiakan kesempatan ini, maka ia benar-benar telah kehilangan kesempatan yang sangat besar.
نسأل الله أن يجعلنا من عتقائه من النار، وأن يوفقنا لاغتنام هذه الليالي المباركة. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Dapatkan Program Belajar Online dan Ebook Berkualitas di: ilmucenteracademy.com

Posting Komentar untuk "Keutamaan dan Cara Menghidupkan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan"

ikut program

ikut program