Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Bolehkah Menjadikan Ma'mum Masbuk Sebagai Imam?

Bolehkah Menjadikan Ma'mum Masbuk Sebagai Imam?

Pertanyaan:

Apabila seorang laki-laki memasuki masjid mendapati imam dan para jama'ah telah menyelesaikan salam, namun terdapat makmum masbuq yang sedang menyempurnakan sholat. Lalu laki-laki tersebut berdiri di sebelahnya dan menjadikan makmum masbuq tersebut imam untuk mendapatkan pahala jama'ah. Maka apakah boleh baginya melakukan itu? Atau bisakah makmum masbuq tersebut menjadi imam? Apakah sholat laki-laki ini bersama makmum masbuq sah?

Jawab :

Apabila seorang laki-laki memasuki masjid dan jama’ah telah menyelesaikan sholat, lalu mendapati makmum masbuq sedang menyempurnakan sholat.

Maka disyariatkan bagi laki-laki tersebut sholat bersama makmum masbuq. Hendaknya ia berdiri di samping kanan makmum masbuq tersebut sebagai bentuk semangat dalam mendapatkan keutamaan berjama'ah, dan bagi makmum masbuq meniatkan diri untuk menjadi imam. Tindakan ini diperbolehkan, sesuai dengan pendapat paling sohih dari 2 pendapat ulama.

Beginilah apabila terdapat seseorang sholat sendiri setelah imam salam, maka disyariatkan untuk sholat dengannya dan berdiri di sebelah kanannya untuk mendapatkan keutamaan berjama'ah. Apabila makmum masbuq atau yang sholat sendiri tersebut salam, maka orang yang baru masuk berdiri untuk menyempurnakan kekurangannya sesuai dengan keumuman dalil yang menunjukkan atas keutamaan berjama'ah. Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasululloh صلى الله عليه وسلم bahwa ketika beliau melihat seorang laki-laki masuk masjid setelah selesai nya sholat, beliau berkata :
ألا رجل يتصدق على هذا فيصلي معه
"Adakah yang mau bersedekah kepada orang ini, dengan sholat bersamanya "

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz
Penerjemah: Najma Fajria

Sumber:

نشرت في (كتاب الدعوة) الجزء الثاني ص (117). (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 12/148).
رواه الإمام أحمد في (باقي مسند المكثرين) برقم (11380) وأبو داود في (الصلاة) برقم (487).

Post a Comment for "Bolehkah Menjadikan Ma'mum Masbuk Sebagai Imam?"